Jepang!

Yap Jepang! salah satu negara maju di Asia yang kali ini berkesempatan gue kunjungi. Kunjungan ke Jepang ini cukup singkat sebenernya dari tanggal 25 Oktober – 28 Oktober 2012. Gue ga sendirian ke negeri sakura ini, berdua sama si Agam Rafsanjani (@agamgasrak). Kita berdua alhamdulillah dapet kesempatan untuk presentasi paper di kegiatan The 5th Indonesia Japan Joint Scientific Symposium (IJJSS 2012) yang diselenggarain di Chiba University, Chiba – Japan. Simposium ini merupakan hasil kerjasama beberapa PTN di Indonesia dengan Chiba University, antara lain UI, UGM, ITB, UNPAD, ITS, UNUD, UNDIP, IPB, UNHAS. Total ada sekitar 120 presentator yang sebagian besar adalah akademisi dari Indonesia. Gue sama Agam berada di sesi dan paper yang berbeda, gue ada di Computer and IT (Paper tentang Web-GIS) sementara Agam ada di sesi Environmental Science (Paper tentang Integrated Coastal Zone Management).

(Foto 1. 25 Oktober 2012, sebelum pembukaan simposium, gerbang selatan Chiba University, Jepang)

Oke kita mulai catatan perjalanannya ya:

and the story goes…

Selasa, 23 Oktober 2012

Hari ini gue pribadi ngurusin beberapa hal terkait urusan kampus sebelum pulang ke Jakarta, bisa dibilang dihari ini cukup banyak yang harus diurusin, mulai dari ngumpulin tugas UTS Usulan Penelitian, minta izin ke dosen pengampu praktikum Analisis Medan untuk izin ga ikut responsi dihari kamis 25 Oktober 2012(Terima kasih banyak Mas Pramaditya W atas izinnya :D). Alhamdulillah semua bisa terselesaikan dengan lancar. Selanjutnya adalah ngejar pesawat! Karena dari kontrakan aja udah telat, gue baru jalan jam 13.30 WIB dijemput Deny Sutanto yang bersedia nganterin ke Adisutjipto. Alhasil gue nyampe counter check-in sekitar jam 15:00 padahal pesawat boarding 15:45, ya kena charge deh karena late check-in okelah masuk ruang tunggu dan sempet istirahat karena pesawat delay 15 menit. Penerbangan seperti biasa sekitar 60 menit dan gue mendarat di Terminal 3 Soekarno-Hatta sekitar jam 5 sore. Disana dijemput sama ayah karena kebetulan beliau lagi ada di daerah situ deh jadi sekalian, nah perjalanan dari bandara ke rumah ini makan waktu 3 jam!. Sampe dirumah langsung berberes, makan sambil nunggu si Agam nyampe dirumah gue, kita rencana berangkat bareng menuju bandara besok harinya jadi supaya gampang dia nginep dirumah gue.

Agam dateng dan ternyata tas carrier bawaan dia besar juga, jadi kita ambil keputusan untuk ubah booking Air Asia supaya nambah bagasi sekitar 15kg. Fasilitas tambah bagasi ternyata masih bisa diubah malam itu, kita berberes dan setelah yakin semua barang bawaan serta dokumen perjalanan lengkap semua kita coba untuk tidur.

Rabu, 24 Oktober 2012

D-Day! jam 5.30 pagi gue sama Agam pamit ke Orang Tua gue dirumah, ya namanya juga ini pertama kali gue pergi jauh keluar negeri. Alhamdulillah perjalanan ga macet karena jam 6.30 lebih dikit kita udah sampe di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Selanjutnya kita langsung check-in ke counter Air Asia disana untuk penerbangan menuju Haneda-Tokyo. Penerbangan ini bukan penerbangan langsung, jadi dari Cengkareng kita transit dulu di LCCT Kuala Lumpur baru deh nyambung ke Haneda. Beberapa barang masuk ke bagasi dan sebagian kmai bawa ke kabin, sempet juga kami nyari money changer dulu buat nukerin rupiahnya si Agam ke Yen, tapi karena stok Yen lagi habis jadi kita tuker dulu beberapa rupiah ke Ringgit Malaysia itung-itung buat jajan selama transit di KL. Lewat imigrasi dicek semua dokumen kelengkapan dan ditanyain juga tujuan ke Jepang mau ngapain, setelah semua beres masuklah kami ke ruang tunggu. Sekitar jam 8.30 pesawat boarding dan kami berdua masuk ke pesawat Air Asia AK 1381 menuju Kuala Lumpur, Malaysia.

Jam 11.00 waktu Malaysia (GMT +8) kami mendarat di Low Cost Carrier Terminal (LCCT) Sepang, KL. Disini kami akan transit selama kurang lebih 3 jam nunggu pesawat Air Asia X menuju Haneda, Tokyo. Perut lapar juga dan akhirnya kami mutusin untuk nyobain nasi lemak di ruang transit LCCT ini seharga 13 RM, nih penampakan si Nasi Lemak:

(Foto 2. Nasi Lemak)

Jam 1 siang waktu KL seluruh penumpang Air Asia X D7 522 sudah mulai boarding, penumpangnya banyak juga walaupun sebagian besar adalah orang Indonesia :). Masuklah kami ke pesawat, Air Asia X ini dioperasikan oleh Air Asia X Sdn Bhd, jenis pesawat yang kami pake ini adalah Airbus A340, salah satu pesawat jumbo keluaran Airbus.

(Foto 3. Kami sebelum naik pesawat Air Asia D7 522 menuju Haneda, di LCCT KL)

Gue sama Agam terpisah tempat duduknya karena kita beda booking, Agam ada di 17K sementara gue ada di 45D (cukup jauh!) haha, perjalanan ini sekitar 6 jam dan perkiraan waktu tiba kami di Bandara Haneda adalah 23.45 waktu Tokyo (GMT +9). Karena ini penerbangan low-cost, ga banyak fasilitas yang kami dapetin kecuali memang sudah di pre-book dulu sebelumnya. Kami cuma pesen makanan selama perjalanan, setelah makan tinggal tidur aja deh jadinya, makanan yang kami makan di pesawat ini pre-booked waktu pesen tiket via internet (sangat disarankan kalau mau pesen tambahan selama penerbangan waktu pesen tiket aja supaya harganya lebih murah).

Oke sepertinya cerita sampai disini dulu ya, cerita selanjutnya nanti setelah kami tiba di Haneda Tokyo…..

Bersambung……

Hampir setahun setelah postingan pertama ini dibuat, yaah namanya juga mahasiswa tingkat akhir jadi semester genap kemaren gue masih direpotkan sama proposal penelitian. Kita lanjut ceritanya mulai dari tiba di Tokyo International Airport Terminal Haneda.

Mendarat di Haneda pukul 23.45 waktu setempat, gerbang kedatangan pesawat menuju gerbang imigrasi cukup jauh, kami berdua coba untuk buru-buru ke gerbang pemeriksaan imigrasi supaya bisa lebih cepat keluar dari bandara dan naik bus ke Inage. Ternyata antrian cukup panjang karena penerbangan internasional terakhir yang mendarat di Haneda ga cuma penerbangan kami. Sambil nunggu antrian, gue coba aktifin handphone, kebetulan gue bawa dua handphone yang satu berhasil dapet sinyal tapi anehnya yang satu lagi ngga dapet sama sekali padahal waktu transit di Kuala Lumpur berfungsi normal. Disini gue baru tau kalau layanan seluler di Jepang semuanya ada pada jaringan 3G, dan handphone gue yang satu itu belum 3G (masih monokrom), mulai dari sini gue pake jaringannya Softb*nk yang merupakan international partner dari Telkoms*l.

Gue tiba dicounter imigrasi, disini tiap penumpang yang mau masuk ke Jepang harus nunjukin beberapa dokumen seperti Paspor+Visa, Kartu Embarkasi (biasanya dikasi ketika masih dipesawat). Meja petugas ini dilengkapi sama kamera dan sidik jari, biasanya untuk keamanan petugas imigrasi akan ngeliatin tiap penumpang cukup lama sekitar 2-3 menit. Setelah itu dia akan tanya urusan apa kita ke Jepang dan berapa lama hanya untuk verifikasi dengan apa yang udah ditulis dikartu embarkasi yang berwarna kuning itu. Setelah semuanya beres paspor gue dicap dan Selamat Datang Di Jepang!

03. November 2012 by muhammad.iqnaul.h
Categories: dailylife, travel | Tags: | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *